Minggu, 15 November 2009

Tips - Memilih kamera DSLR

Sistem yang Mempesona Para Fotografer


Pertimbangan dalam memilih sebuah kamera DLR bisa jadi sangat berbeda dengan memilih kamera poket. Perbedaan ini ditimbulkan oleh beberapa sebab, di antaranya:
  1. DSLR merupakan sebuah sistem yang dapat di-customize sesuai kebutuhan spesifik pemiliknya, sangat berbeda dengan poket yang sudah all in
  2. Perbedaan teknologi lensa, sensor, prosesor gambar dan operasional tombol-tombol pada setiap kamera yang pada akhirnya membedakan karakter hasil
  3. Hampir semua poket menggunakan sensor CCD berukuran 1/2.5" produk Sony, sedangkan DSLR memiliki banyak pilihan teknologi selain CCD, seperti:
    • CMOS yang dikembangkan Canon (dan belakangan dipakai juga oleh Nikon)
    • NMOS yang digunakan Olympus
    Selain itu juga memiliki ukuran fisik yang berbeda, yaitu:
    • Full-frame, dipakai pada kamera kelas Pro
    • APS-C, dipakai pada kamera entry level & semi-pro
    • 4/3, dipakai oleh Olympus & Panasonic
  4. Ketersediaan aksesoris & perlengkapan selain body & lensa
Faktor ketersediaan perlengkapan & aksesoris ini bisa jadi merupakan pertimbangan terpenting. Membeli sebuah DSLR pada dasarnya adalah membeli sebuah sistem. Sekali Anda membelinya, sistem itu akan 'mengunci' Anda untuk selalu menggunakan perlengkapan & aksesoris yang kompatibel dengannya :-)
Dalam hal ini, saya pikir Canon & Nikon mempunyai keunggulan karena - sebagai pemain lama yang memimpin pasar - tersedia banyak sekali aksesoris 3rd party - barang-barang yang dipro=oduksi bukan oleh produsen body - yang tersedia di pasar, misalnya:
  • lensa: Sigma, Tamron dan Tokina
  • Flash: Nissin dan Metz
  • Battery grip: Jenis
Tentunya dalam hal aksesoris ini, lensa menjadi pertimbangan utama.
Bukan berarti tidak ada kelebihan dari produsen merk lain. Beberapa catatan saya untuk merk lain adalah:
  1. Sony dapat menggunakan lensa Carl-Zeiss dan Minolta
  2. Olympus memiliki keunggulan dalam dynamic range dan saturasi warna selain teknologi-teknologi inovatifnya
  3. Pentax dapat menggunkan banyak lensa 'jadul' yang sudah terbukti ketajaman & kualitasnya
Namun jika dikembalikan lagi ke 'sistem' tadi, berbagai macam daya tarik tersebut terasa belum mampu menyaingi 2 merk yang memimpin pasar. Terlebih lagi jika sudah memiliki pengalaman & perlengkapan dari salah satu merk, rasanya sulit untuk berpindah ke lain hati :-)
Namun pertimbangan untuk membeli DSLR tidak cukup sampai pada merk saja. Ada banyak kelas pada DSLR, dari entry level dengan sensor APS-C sampai kamera pro dengan sensor full-frame. Terlalu panjang rasanya jika dibahas dalam 1 tulisan. Yang perlu menjadi patokan adalah:
  1. Teknologi akan selalu berkembang. Body yang canggih saat ini, dalam beberapa tahun akan menjadi out of date, untuk mudahnya, silakan bandingkan fitur pada 2 kamera yang dirilis dengan selisih 'hanya' 2 tahun Canon EOS 1000D (budget entry-level, 2008) vs Canon EOS 30D (semipro, 2006, discontinued)
  2. Lensa memiliki usia lebih panjang daripada body
  3. Kemampuan fotografer dalam mengoperasikan alat, kepekaan menangkap momen dan kemampuan teknis adalah lebih penting daripada mengejar perkembangan teknologi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar