Senin, 09 November 2009

Kecerdasan yang tak dinikmati fotografer masa lalu

MODE FULL-OTOMATIS


Mode ini terdapat dalam semua tipe kamera. Mungkin ada yang menganggap mode ini hanya cocok bagi pemula. Mereka beralasan,”Buat apa pakai DSLR kalau motretnya pake Auto?
Padahal sesungguhnya mode ini merupakan fitur yang sangat memudahkan, terutama dalam foto jurnalistik yang sangat mementingkan pengabadian momen yang tak dapat diulang.
Dalam mode full otomatis, kamera mengerjakan hampir semua tugas, meliputi:
  • Metering

  • Focusing

  • Aperture setting

  • Shutter speed setting

  • ISO setting

Pendeknya, tugas fotografer hanyalah memperhatikan momen dan mengatur komposisi. Namun demikian, tetap ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan mode ini.

  1. Pemotretan sebaiknya dilakukan dalam kondisi terang & cahaya merata

  2. Jarak obyek berada dalam range normal (60 cm atau lebih)


Mode ini tidak cocok digunakan untuk:
  1. Pemotretan dengan cahaya kurang
    Untuk memperoleh setting shutter speed & aperture ideal, kamera akan mengatur ISO pada angka maksimal & menyebabkan noise yang mengganggu pada gambar yang dihasilkan

  2. Pemotretan dengan latar belakang terang
    Pada dasarnya, kamera tidak dapat membedakan mana obyek utama & mana latar, sehingga akan melakukan setting berdasarkan intensitas rata-rata cahaya yang diterima. Akibatnya obyek utama menjadi gelap atau cenderung mirip siluet

  3. Pemotretan dengan cahaya kuat dari belakang obyek (backlight)
    Kondisi backlight akan menghasilkan obyek yang gelap atau cenderung siluet

Walaupun demikian, ada kondisi-kondisi di mana sebuah silhouette menjadi sesuatu yang menarik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar