Senin, 16 November 2009

Ide Bisnis - Photo Retouch

Lebih ke arah Photoshopper tinimbang Fotografer



Bisnis ini dilakoni oleh seorang teman, guru di kota kecamatan Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat. Idenya bermula ketika beliau mengurus KTP di rumah RW dan melihat foto keluarga Pak RW yang mulai memudar dimakan waktu. Ingat pada kesukaan saya bermain Photoshop, beliau menawarkan untuk me-'reparasi' foto Pak RW itu.
Jadilah, dengan sebuah kamera digital poket dia memotret foto itu, lalu di-retouch dengan Photoshop.
Ada 2 tantangan proses retouch ini:
  1. Untuk memotret foto agar diperoleh replika terbaik harus diperhatikan faktor:
    • pencahayaan, sebaiknya jangan menggunakan flash untuk menghindari flare atau pantulan
    • distorsi, terutama jika menggunakan kamera poket, usahakan memberi ruang bebas agak luas di sekeliling foto
    • fokus mungkin perlu memakai mode makro dengan aperture sedang
  2. Batasan retouching sebaiknya dikonsultasikan dengan customer untuk memperoleh kepuasan maksimal
Biaya retouch untuk Pak RW: GRATIS, tapi word of mouth akibat foto yang di-retouch itu cepat menyebar. Bisnis ini makin berkembang, kalau awalnya bersifat reparasi foto lama, kemudian berkembang menjadi rekayasa foto dengan mempertajam, menyasuaikan warna pakaian anatara sepasang suami istri atau kekasih, mengubah background dan sebagainya.
Biaya retouch sangat relatif, tapi menurut beliau berkisar Rp 50.000 (nett, di luar cetak & bingkai) untuk sebuah foto yang dicetak ukuran A4. Dalam seminggu, rata-rata beliau bisa menerima & menyelesaikan 3-4 order. Usaha ini masih bersifat sampingan (beliau masih tetap seorang guru), tapi menurutnya lumayan untuk tambahan pendapatan.
Mau coba?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar