Kamis, 12 November 2009

Photo Session – Memotret Hewan

Komunikasi Tanpa Bahasa


Diolah dari artikel Animal Photography - How to Take Great Animal Photographs
oleh Liz Masoner, Photography.About.com




Binatang merupakan obyek foto yang menarik. Memotret binatang rumahan (domestik) tentu berbeda dengan binatang liar di alam bebas, namun ada hal-hal umum yang dapat dijadikan patokan

Utamakan Keselamatan
Biasa dikenal dengan istilah safety first, pertimbangan ini bukan hanya ditujukan untuk pemotret namun juga untuk hewan yang menjadi obyek. Jangan biarkan binatang tersebut berada dalam posisi yang membahayakan dirinya. Kucing kecil yang terjerat tali yang dimainkannya mugkin tampak lucu, tapi jelas membahayakan keselamatannya.
Beberapa jenis binatang juga sensitif. Binatang peliharaan yang biasanya jinak pun bisa marah jika merasa terganggu. Faktanya, kilatan cahaya flash dan ‘mata’ kamera yang terus menerus melotot dapat dianggap sebagai gangguan oleh sang hewan.
Hewan yang hidup liar lebih peka terhadap gangguan. Sebaiknya gunakan lensa dengan zoom cukup panjang sehingga Anda tetap berada dalam jarak aman. Beberapa jenis hewan mungkin akan ditinggalkan kelompoknya setelah interaksi dengan manusia atau meninggalkan anaknya yang telah tersentuh manusia.
Perhatian lebih harus diberikan pada hewan-hewan yang dilindungi, Pastikan untuk berkonsultasi dengan pihak-pihak yang berwenang sebelum melakukan pemotretan.

Binatang perlu Ruang Gerak
Salah satu aturan dasar komposisi dalam fotografi potret – termasuk dalam memotret binatang – adalah penuhi frame dengan obyek. Tentu saja prinsip ini tidak berlaku jika yang hendak ditampilkan adalah alam suatu daerah dengan berbagai penghuninya,
Yang menjadi perhatian dalam prinsip kedua ini adalah pemotretan dengan obyek binatang kecil di alam bebas. Untuk menampilkan detail dengan baik, binatang itu perlu tampil cukup besar, namun harus dastikan bahwa masih ada ruang gerak dalam frame sehingga tidak memberi kesan bahwa binatang itu difoto saat dikurung dalam sebuah kotak.

Perlakukan Hewan seperti Memotret Manusia
Dalam bahasa Inggris terdapat peribahasa “animals are people too.” Prinsip ini sangat tepat diaplikasikan dalam fotografi. Prinsip-prinsip fotografi potret yang berlaku pada model manusia berlaku sama pada model hewan.
Perhatikan komposisi & pencahayaan. Binatang tidak akan berpose sesuai arahan seperti seorang model sehingga diperlukan kejelian dalam menangkap posisi & gerak tubuh, komposisi, pencahaya & bayangan.

Kontak Mata
Mata adalah jendela hati. Ini merupakan prinsip yang juga berlaku di dunia binatang. Kontak mata menunjukkan adanya komunikasi, oleh karena itu sedapat mungkin arahkan fokus pada mata sang hewan untuk memperoleh hasil terbaik.
Jika potret tersebut menampilkan bagian tubuh yang menampakkan mata, tempatkan mata pada bagian perpotongan dari prinsip Aturan 1/3 (Rule of Third)

Mengabadikan Gerak Hidup
Gerakan merupakan elemen yang menunjukkan adanya kehidupan. Memotret binatang ketika sedang melakukan aktivitas sering kali menjadi foto yang sangat menarik.

Latar Belakang
Latar belakang yang tidak tepat seringkali merusak keindahan sebuah foto. Obyek buatan manusia seperti bangunan, jalan raya, lalulintas yang padat, atau kerumunan orang dapat mengalihkan perhatian dari obyek utama.
Pilih lokasi pemotretan & sudut yang tepat untuk memperoleh latar terbaik. Penggunaan aperture lebar untuk mengisolasi obyek dengan DOF sempit serin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar