Selasa, 01 Desember 2009

Teknik - ISO

Kepekaan Sensor terhadap Cahaya


ISO adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan ukuran kepekaan film atau sensor terhadap cahaya. Semakin tinggi angka ISO, semakin kecil intensitas cahaya yang diperlukan untuk 'membakar' film. Perubahan angka ISO 2 kali lipat berarti intensitas cahaya yang dibutuhkan menjadi 1/2 nya.
Pada kamera analog yang menggunakan film, gambar dihasilkan oleh butiran peka cahaya (film grain) yang terbakar oleh tumbukan foton cahaya. ISO berkaitan langsung dengan jumlah & ukuran butiran peka cahaya (grain) pada lapisan Perak Bromida (AgBr) yang melapisi film. ISO yang lebih tinggi berarti ukuran grain yang lebih besar sehingga foto akan tampak lebih kasar.
Pada kamera digital, gambar dihasilkan oleh formasi pixel yang menyala akibat tumbuan foton cahaya pada sensor. Untuk menyalakan pixel ini diperlukan cahaya cengan intensitas (jumlah foton) tertentu. Ketika angka ISO dinaikkan, kamera akan memberikan sejumlah energi pada sensor, sehingga pixel akan menyala oleh tumbukan foton dengan intensitas yang lebih rendah. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar berikut:
ISO x, perlu 8 foton untuk menyalakan sensor yang ditenagai 2 satuan listrik
ISO 2x, perlu 4 foton untuk menyalakan sensor yang ditenagai 4 satuan listrik

Resiko dari peningkatan ISO adalah adanya pixel yang 'menyala' bukan oleh tumbukan foton cahaya, tetapi oleh energi listrik yang diberikan pada pixel tersebut atau oleh hamburan energi akibat tumbukan foton pada pixel di dekatnya. Inilah salah satu penyebab timbulnya noise pada ISO tinggi. Karena adanya hamburan energi ketika tumbukan foton ini, kamera poket yang bersensor kecil (berarti jarak antara pixel lebih rapat) lebih rentan noise daripada kamera DSLR yang bersensor besar (jarak antara pixel lebih renggang).
Untuk pemotretan dengan kamera poket, sebaiknya menggunakan ISO 100 pada siang hari yang cerah, ISO 200 ketika cahaya redup, dan sebaiknya tidak lebih dari ISO 400 dalam kondisi kurang cahaya. Penggunaan ISO di atas 400 akan menyebabkan noise yang berlebihan.
Pada kamera DSLR, penggunaaan ISO tinggi dapat dimaksimalkan sesuai keadaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar