Selasa, 15 Desember 2009

Aksesoris - Slave Flash

Lebih Terang & Lebih Jauh



Para pengguna kamera poket (compact) kadang dibuat kesal sewaktu memotret di malam hari atau dalam ruangan. lash sudah menyala, tapi obyek dalam foto tetap tampak gelap. Ini mungkin disebabkan oleh keterbatasan kemampuan flash internal yang tersedia pada kamera.
Sebuah flash internal biasanya hanya mampu menerangi secara efektif obyek yang berjarak kurang dari 3 m. Jika digunakan pada obyek dekat (makro), flash ini justru menyebabkan obyek menjadi over exposed. Jadi singkatnya, flash internal hanya cocok digunakan pada obyek dengan jarak 1,2 s.d 3 m saja. Itupun dengan resiko terjadinya bayangan gelap di sekitar obyek.
Penggunaan flash external dapat menyelesaikan persoalan tersebut. Flash external dapat diatur kekuatannya dapat menghasilkan cahaya yang lebih kuat sehingga mampu menerangi pada jarak yang lebih jauh & lebih luas. Banyak tipe flash external yang dapat ditekuk, sehingga penerangan tidak bersifat langsung (direct) tapi melalui pemantulan (bounce) sehingga bayangan gelap di sekitar obyek dapat direduksi.
Tapi bagaimana bisa menggunakan flash external pada sebuah kamera poket yang tidak memiliki hot-shoe? Di situlah perlunya penggunaan slave f;ash. yaotu flash external yang akan menyala setelah flash utama (master mati. Jedanya hanya beberapa milidetik, sehingga obyek akan diterangi sebelum shutter menutup kembali.
Ada banyak produk yang bisa berperan sebagai slave-flash. Beberapa adalah flash yang sudah dilengkapi sensor cahaya, tetapi ada juga yang hanya berupa sensor & slave-trigger yang berfungsi sebagai hotshoe untuk 'flash external tanpa sensor'. Silakan menengok ke link ini untuk menengok bermacam-macam tipe & harganya:
Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa:
  1. Kamera tidak 'menyadari' adanya penerangan tambahan ini sehingga sangat mungkin terjadi over-exposed
  2. Jika da banyak fotografer yang memotret, slave flash bisa di-trigger oleh flash dari kamera lain yang menyala sebelum kamera Anda
  3. Pastikan bahwa mode flash pada kamera adalah 'ON' atau 'FORCED', jangan gunakan 'Red Eye Reduction' atau 'Slow sync'
  4. Slave flash dapat pula ditrigger oleh pre flash, yaitu flash yang menyala untuk mengukur pencahayaan sebelum kamera mengambil gambar. Jadi pastikan untuk mematikan pre-flash jika menggunakan slave flash

Untuk memastikan bahwa slave flash memberikan hasil terbaik, sempatkan untuk mengambil beberapa foto sebagai percobaan. Untungnya, sekarang sudah jaman digital, jadi kita dapat langsung mengevaluasi hasil setiap jepretan. Pada jaman film dulu - terutama untuk pemotretan dokumentasi event - terkadang fotografer menghabiskan 1 rol film untuk melakukan 'uji lapangan' pada kekuatan & penempatan slave flash.
Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar