Rabu, 16 Desember 2009

Macromania - Pelengkap Lensa

Beberapa Opsi Pengobatan 'Rabun Dekat'

Faset pada mata seekor lalat - dipotret dengan reversed lens
Kesulitan untuk melakukan pemotretan makro berkaitan dengan keterbatasan lensa adalah:
  1. Jarak obyek yang lebih dekat daripada jarak fokus terpendek lensa
  2. Perbandingan (skala) antara image dengan obyek terlalu kecil

Untuk mengatasi kendala ini, ada beberapa alternatif dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing:
    Pakai lensa makro

    Ini adalah alternatif untuk menghasilkan foto makro berkualitas tinggi. Dengan lensa makro, seluruh fotur pada kamera, termasuk auto-fokus, metering & white balance, dapat tetap digunakan. Sayangnya alternatif ini hanya dapat digunakan oleh pengguna kamera DSLR. Selain itu, harga sebuah lensa makro juga harus dipertimbangkan

  1. Menggunakan expansion-tube

    Alternatif ini juga hanya dapat digunakan oleh pengguna kamera DSLR. Dengan memasang tabung di antara body dan lensa, jarak antara lensa dengan sensor bertambah, sehingga jarak antara obyek dan lensa bisa dikurangi> Satu set expansion tube seharga 200-300rb jauh lebih murah daripada lensa makro, namun penggunaan expansion tube memiliki keterbatasan karena auto fokus tidak dapat digunakan. Selain itu, pertambahan jarak lensa ke sensor akan menurunkan intensitas cahaya 2-3 stop

  2. Menggunakan close-up lens/ macro converter

    Dari namanya, jelas bahwa ini adalah alat tambahan pada lensa - dipasang seperti filter - untuk mendekatkan jarak lensa ke obyek. Fungsinya mirip lup yang dipakai oleh tukang jam. Raynox merupakan merk terkenal untuk alat sejenis ini, harganya sekitar Rp 1-2jt. Alternatif ini bisa dipakai pada kamera apapun karena dipasang 'di depan' lensa. Semua fitur tetap dapat digunakan, tetapi intensitas cahaya turun 1-2 stop.

  3. Adapter+reversed lens

    Teknik ini menggunakan sebuah lensa standard (biasanya 50 mm f/1.8)yang dipasang terbalik pada body DSLR atau di depan lensa utama. Dengan teknik ini, dapat diperoleh jarak obyek sangat dekat, namun tidak dapat menggunakan autofokus. Kamera harus digerakkan maju-mundur dekat obyek untuk mendapat image paling tajam. Intensitas cahaya ke sensor juga berkurang 2-3 stop


Secara umum, alternatif selain penggunaan lensa makro akan menurunkan intensitas cahaya yang sampai ke sensor. Oleh karena itu penggunaan lighting/ flash menjadi keperluan penting dalam foto makro. Mengingat jarak obyek yang dekat (kurang dari 1 m), cahaya flash normal akan menyebabkan obyek menjadi over-exposed, jadi wajib menggunakan diffuser untuk meredam cahaya flash.
Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar