Rabu, 06 Januari 2010

Teknik - Manual Fokus

Saat Auto-fokus Tidak Maksimal


Saya bukan termasuk pengikut 'manual is profesional'. Kalau ada fitur yang memudahkan kita untuk memperoleh foto yang indah, manfaatkan saja semaksimal mungkin. Pertanyaan atau pernyataan,"Mas, saya pakai kamera digital biasa, apa bisa dapat foto yang bagus?" buat saya tidak relevan. Lha yang saya pakai juga bukan DSLR kok ... hehehe ...
Jadi, jangan terhalang oleh keterbatadan kamera, karena kamera hanya alat. Para fotografer masa lalu dengan kamera analog yang perlu waktu lama untuk pencahayaan & cetak pun bisa menghasilkan foto indah, tentunya penggunaan kamera digital adalah sebuah rahmat yang sangat perlu kita syukuri dan tentunya bisa menghasilkan foto yang lebih bagus.

Oooppsss ... back to topic:
Salah satu kemudahan yang paling saya rasakan dari kamera & lensa modern adalah fasilitas autofokus. Namun tetap ada saat-saat fitur hebat ini tidak bisa digunakan atau justru menggganggu. Berikut adalah kondisi-kondisi di mana kita sebaiknya tidak menggunakan autofokus:
  1. Dalam ruang dengan cahaya kurang

    Pada kondisi cahaya kurang, kamera akan sulit menemukan fokus. Lensa mungkin bergerak maju mundur beberapa kali tanpa fokus atau emilih fokus yang salah. Untuk kondisi seperti ini, sebagai alrernatif lain dari fokus manual, biasanya saya akan mencoba menemukan sumber cahaya yang berjarak sama dengan obyek, memfokuskan kamera ke sumber cahaya itu, lalu mematikan autofokus.


  2. Obyek dengan kontras rendah

    Termasuk di dalamnya adalah obyek yang berwarna gelap, obyek dengan latar belakang terang dan obyek yang berwarna senada dengan backgrouond. Obyek seperti ini menimbulkan kesulitan pada kamera karena pantulan cahaya dari obyek tidak mencukupi untuk melakukan fokus. Sama seperti dalm ruang gelap, lakukan fokus secara manual atau carilah sumber cahaya atau obyek lain yang berwarna cerah dengan jarak yang sama untuk melakukan fokus, lalu matikan autofokus.


  3. Foto dengan teknik bracketing/ HDR

    Pemotretan HDR biasanya memerlukan 3 frame dengan kondisi setting dan pencahayaan yang sama. Autofokus mungkin melakuakn koreksi tanpa kita kehendaki, jadi sebaiknya setelah melakukan okus di awal, matikan autofokus sebelum benar-benar mengambil gambar.


  4. Landscape

    Untuk memperoleh foto landscape yang bagus dengan ketajaman merata dari latar depan hingga ke horizon, atur aperture pada bukaan sekecil mungkin & fokus ke posisi tak hingga (hiperfokal). Dalam hal ini tidak diperlukan autofokus


  5. Obyek yang bergerak cepat

    Resiko menggunakan autofokus pada obyek yang bergerak cepat - misalnya pada foto balap mobil atau sport lainnya - adalah autofokus tidak mampu mengikuti gerakan obyek. Akibatnya, shutter terlambat dibuka. Sebaiknya lakukan prefokus pada jarak yang akan dilalui obyek, lalu matikan AF sehingga shutter langsung membuka saat tombol ditekan


  6. Pemotretan dengan timer

    Pada pemotretan otomatis, jika AF dinyalakan, kamera akan mencari fokus sebelum membuka shutter. ada kemungkinan kamera justru melakukan fokus pad posisi yang salah. jadi sebaiknya, lakukan fokus sebelum mengeset timer, lalu matikan sehingga kamera langsung memotret tanpa fokusing


  7. Panning

    Sama seperti pemotretan pada obyek bergerak atau sport


  8. Pemotretan menembus kaca

    Ini merupakan kondisi tidak ideal, namun harus dilakukan saat kita memotret ikan dalam akuarium atau dari dalam pesawat terbang. Masalahnya, seringkali kamera bukan memfokus pada obyek dibalik kaca, melainkan pada bayangan di kaca atau pada benda yang menempel di kaca. Sebaiknya gunakan fokus manual pada kondisi ini, tentu akan lebih baik bila lensa dilengkapi polarizer.


  9. Binatang liar

    Untuk memotret binatang liar, usahakan untuk mendekatinya dari arah yang berlawanan dengan sumber angin dan jangan menimbulkan suara yang mencurigakan. Suara mekanis motor lensa saat melakukan autofokus termasuk dalam kategori "mencurigakan" dan ini mungkin menyebabkan binatang liar kabur saat mendengarnya. jadi sebaiknya matikan AF dan gunakan fokus manual


  10. Makro

    Pemotretan dengan mode makro menghasilkan DOF yang tipis sehingga menyulitkan pencarian fokus. Selain itu, jarak yang dekat menyebabkan intensitas pantulan cahaya berkurang dan mempersulit fokus. Jika Anda menggunakan reversed-lens, autofokus sama sekali tidak berguna. Jadi, matikan saja AF dan gunakan fokus manual


Semoga bermanfaat

2 komentar:

  1. mas, sekali-kali kamera yang di pake merek Canon dong, kalo bisa sih canon powershot, soalnya saya masih awam tentang photography..

    mudah-mudahan di pertimbangkan..
    thx banget...

    BalasHapus
  2. Bukannya gak mau, tapi saya gak punya kamera Canon ... hehehe ...
    Saya biasa pinjam Canon atau Nikon punya adik, tapi haslnya ga tersimpan rapih. Justru karena banyak yang pakai Nikon & Canon itulah, saya pilih merk lain untuk perbandingan.
    Saya pikir yang saya tulis itu cukup umum sih, bisa diaplikasikan ke kamera apa saja.

    BalasHapus