Minggu, 10 Januari 2010

Teknik - Bright Daylight Exposure

Bright Daylight Exposure atau BDE adalah istilah yang digunakan untuk melakukan setting manual pencahayaan pada pemotretan di luar ruangan pada siang hari dengan matahari bersinar cerah.
Pada masa penggunaan kamera analog yang menggunakan media film dan mengandalkan setting manual, BDE merupakan standar pemotretan yang harus diketahui oleh seorang fotografer. Pada masa itu, untuk memperoleh gambar yang bisa dilihat, film harus diproses lebih dulu di ruang gelap. apabila hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan, tentunya tidak mungkin untuk melakukan pemotretan ulang karena pada saat foto selesai dicetak, momennya telah lama berlalu. Oleh karena itu, fotografer harus mengerti betul setting pencahayaan pada kamera agar hasil yang diperoleh sesuai dengan harapan.
Ada 3 faktor yang dapat mengatur agar media (film ataupun sensor) memperoleh pencahayaan yang cukup saat pemotretan. Ketiga faktor itu adalah:
  1. ISO yaitu ukuran kepekaan media terhadap intensitas cahaya yang masuk. Pada masa penggunaan film, ISO ini ditentukan oleh jenis film yang digunakan, jadi fotografer tidak dapat lagi mengaturnya jika sudah memilih menggunakan film tertentu

  2. Shutter speed yaitu setting yang akan mengatur lamanya waktu terbukanya jendela cahaya

  3. Aperture yaitu setting yang akan mengatur lebar bukaan jendela cahaya

BDE digunakan sebagai patokan untuk memastikan bahwa media memperoleh pencahayaan yang cukup sehingga diperoleh foto yang cerah (bright), tajam (contrast) dan jernih (clear). Karena pada masa itu ISO ditentukan oleh jenis film, maka BDE pun harus didasarkan pada ISO. Patokannya, angka shutter speed harus sesuai dengan ISO. Jadi setting BDE memiliki alternatif sebagai berikut:
  • ISO 100, shutter speed 125, aperture f.16

  • ISO 200, shutter speed 250, aperture f.16

  • ISO 400, shutter speed 500, aperture f.16

Pada kondisi lapangan dan setting ISO yang sama, mungkin dilakukan perubahan setting shutter speed, namun harus diimbangi dengan perubahan setting aperture pada arah yang berlawanan, misalnya setting berikut memiliki tingkat pencahayaan yang sama:
  • ISO 100, shutter speed 125, aperture f.16

  • ISO 100, shutter speed 250, aperture f.11

  • ISO 100, shutter speed 500, aperture f.8

Kalau kondisi lapangan berbeda, misalnya langit mendung, pemotretan dilakukan di tempat yang dinaungi pepohonan, atau di dalam ruangan, maka fotografer harus peka untuk mengantisipasi perubahan keadaan tersebut. Pada masa lalu, untuk membantu para fotografer mengingat, setting yang dianjurkan untuk setiap perubahan keadaan dicantumkan pada kotak film. Bentuknya kira-kira seperti ini:
Klik pada tabel untuk melihat ukuran lebih besar
Pada saat ini, kemajuan teknologi digital telah sangat memudahkan fotografer untuk melakukan tugasnya. Mungkin ada di antara Anda yang suka memotret tetapi tidak pernah memperhatikan setting ISO, shutter speed dan aperture karena semuanya sudah diatur secara otomatis dalam kamera. :-)
Jadi, jika menggunakan kamera digital, apa perlunya mengetahui BDE?
yah, paling tidak kita bisa bersyukur bahwa kemajuan teknologi telah memberikan begitu banyak kemudahan untuk kita. Selain itu, siapa tau kita perlu untuk melakukan setting manual pada kondisi-kondisi yang 'tricky', BDE bisa membantu Anda.
semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar