Kamis, 21 Januari 2010

Aksesoris - Filter

Salah satu aksesoris standar yang biasanya dibeli setelah membeli kamera adalah filter UV. Filter ini biasanya dibiarkan selalu terpasang pada lensa. Tujuannya - selain untuk menyaring sinar ultraviolet agar warna menjadi lebih cerah – adalah untuk melindungi lensa dari benturan atau goresan. Dasar pemikirannya, kalau karena sesuatu hal bagian depan kamera terbentur, maka yang tergores atau terkena benturan adalah filternya. Kalaupun harus diganti, harga filter lebih murah daripada lensa – kira-kira begitu.

Pada masa kejayaan kamera analog yang menggunakan media film seluloid, filter warna-warni merupakan aksesoris penting untuk memberikan efek artistik pada foto. Pada masa itu, sebuah foto tidak dapat diubah lagi setelah shutter ditutup. Saat ini, melalui proses olah digital kita dapat mengubah kecerahan, pencahayaan, bahkan warna sekalipun. Beberapa kamera – misalnya Olympus E-620 dan Pentax K-X – bahkan menyediakan pilihan ‘digital filter’, yaitu proses dalam kamera yang menghasilkan gambar dengan tonal seperti penggunaan filter tertentu.

Jadi, masihkan kita memerlukan filter?

Ternyata masih, berikut ini adalah filter-filter yang biasa digunakan dalam pemotretan. Foto-foto filter di halaman ini merupakan foto yang diperoleh dari: http://www.tutorial9.net/photography/filters-and-photography/

Filter UV


UV adalah singkatan dari Ultra Violet, cahaya yang memiliki frekuensi lebih tinggi daripada cahaya ungu, tetapi sebetulnya tidak tertangkap oleh mata manusia. Media film sangat sensitif terhadap jenis cahaya ini, efeknya pada foto adalah warna yang pudar seperti berkabut.

Sensor pada kamera digital tidak terlalu sensitif terhadap cahaya UV seperti film, namun walaupun sedikit, penggunaan filter UV akan meningkatkan kontras warna dari foto yang dihasilkan. Fungsi yang lebih dominan dari filter UV – sebagaimana yang tersebut di awal artikel ini – adalah untuk melindungi lensa dari goresan dan benturan. Jadi jika Anda tidak menggunakan filter lain, biarkan saja filter UV ini terpasang di lensa.

Filter ND


ND adalah singkatan dari Neutral Density. Filter ini berwarna abu-abu dengan berbagai tingkat kepekatan. Filter ND-2 lebih terang daripada ND-8..Filter ini berguna untuk meredam intensitas cahaya yang sampai ke sensor sehingga pemotretan dapat menggunakan aperture yang lebih besar atau waktu pencahayaan yang lebih lama. Jika hendak melakukan pemotretan slow speed pada siang hari, filter ND merupakan perlengkapan wajib.

Filter GND

Filter Graduated ND merupakan filter ND dengan kepekatan yang berubah secara bertahap seperti gradasi dari gelap ke terang. Filter ini sangat berguna untuk pemotretan landscape pada siang hari yang cerah.

Pada saat digunakan, bagian yang lebih pekat dipasang di atas, fungsinya untuk meredam cahaya dari langit dan mempertahankan cahaya dari daratan sehingga diperoleh foto dengan pencahayaan merata dengan langit biru.

Filter Polarizer


Polarizer berguna untuk meredam pantulan cahaya dari permukaan non metal, sangat berguna untuk pemotretan menembus kaca, misalnya memotret ikan dalam akuarium atau benda bersejarah di museum.

Filter ini juga meningkatkan kontras dan saturasi warna, sekaligus meredam hamburan cahaya. Efeknya tampak paling jelas jika digunakan memotret langit cerah dengan gumpalan awan putih. Anda bisa memperoleh foto langit dengan warna biru pekat, namun warna awan tetap putih. Efek dari polarizer sangat berpengaruh pada foto dan tidak bisa diperoleh melalui proses digital, jadi filter ini merupakan kelengkapan yang sangat bermanfaat.

Ada 2 macam polarizer:

  1. Polarizer linear, dengan arah garis lurus
  2. Polarizer sirkular (Pol Cir atau CPL) yang memaliki arah garis melingkar. Polarizer ini bisa diatur kepekatannya dengan memutar ring depannya.

Filter Macro atau Close Up


Filter Makro berfungsi untuk mengubah jarak fokus sehingga memungkinkan untuk melakukan pemotretan obyek dengan jarak sangat dekat. Filter ini berfungsi seperti kaca pembesar (lup). Namun demikian, penggunaan filter makro akan membawa efek, di antaranya:

  1. Pencahayaan turun 1-2 stop
  2. Ketajaman berkurang
  3. DoF lebih sempit




Filter IR


IR adalah singkatan dari Infra Red atau Infra merah, cahaya yang memiliki frekuensi lebih rendah daripada cahaya merah. Apabila filter UV nersifat menahan cahaya UV dan meneruskan cahaya lain, filter IR justru meneruskan hanya cahaya Infra Merah dan menahan spektrum cahaya yang lain. Pada dasarnya, sensor kamera dirancang untuk tidak sensitif terhadap cahaya IR, oleh karena itu penggunaan filter IR menyebabkan perlunya pencahayaan dalam waktu lama (shutter speed lambat).

Pada kamera digital, akan lebih mudah melakukan pemotretan IR jika menggunakan kamera yang dimodifikasi khusus untuk itu.


Filter Artistik atau Warna


Filter warna memberikan nuansa warna yang biasanya dihubungkan dengan mood tertentu, misalnya warna biru memberikan kesan dingin, sedangkan warna orange akan memberi kesan hangat. Filter kuning akan meningkatkan kontras pada warna langit & awan. Namun saat ini, nuansa warna tersebut dapat ditambahkan melalui proses olah digital sehingga filter warna sudah jarang digunakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar