Rabu, 10 November 2010

HDR Photography 01

Foto HDR biasanya digunakan pada obyek pemotretan dengan kontras cahaya yang lebar. Misalnya obyek yang berwarna gelap dengan latar belakang langit biru pada siang hari, atau sebaliknya obyek dengan lampu berwarna-warni di malam hari.

Pada obyek seperti ini, perbedaan kontras antara daerah shadow dan highlight menyebabkan hilangnya detil pada salah satu aspek. Metering di daerah shadow akan menyebabkan bagian highlight menjadi overexposed dan menghilangkan sebagian detil. Sebaliknya, metering pada bagian highlight menyebabkan hilangnya detil pada area shadow akibat underexposed.  Oleh karena itu, untuk merekam semua detil dilakukan beberapa kali pemotretan untuk merekam detil dari masing-masing daerah yang kemudian digabungkan dalam 1 (satu) gambar.

Untuk membuat foto HDR, prosesnya terdiri dari proses pengambilan gambar dan proses olah digital. Tulisa ini akan berfokus pada proses pengambilan gambarnya dahulu.

Pengambilan gambar dilakukan dengan menggunakan mode BRACKETING - yaitu mengambil 3 atau lebih foto berturut-turut dengan EXPOSURE VALUE yang berbeda-beda. Mode bracketing ini biasanya berada pada menu drive mode, dan dapat diatur melalui tombol akses atau di dalam menu. Contohnya seperti ini:
Foto: Drive Mode Button pada kamera Kodak C533


Foto: Drive mode Bracketing pada menu Sony A200 dengan EV +0.7


Pemotretan dengan mode bracketing akan menghasilkan 3 gambar atau lebih dengan nilai exposure yang dapat diatur antara (+-)0,3 hingga (+-)2.0, bergantung pada jenis kamera yang digunakan. Contoh hasil foto dengan mode bracketing ditunjukkan pada foto-foto berikut:
Contoh foto dengan mode bracketing, klik gambar untuk tampilan lebih besar

Beberapa tips untuk pemotretan dengan mode bracketing:
1. Pilih obyek dan latar belakang yang memiliki detil
2. Setting kamera:
-- (a) Exposure mode P, A, M
-- (b) WB Auto atau Daylight
-- (c) Metering average, multi segment atau centre weighted
-- (d) Lakukan metering pada midtone
-- (e) Gunakan aperture sempit f/8, f/11 dst
3. Lakukan metering pada midtone
4. Hindari obyek yang bergerak
5. Sebaiknya gunakan tripod atau monopod

Jika sudah diperoleh gambar dengan exposure value yang berbeda seperti di atas, maka selanjutnya adalah proses olah digital.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar