Minggu, 25 Juli 2010

Tips Belanja Online Aman dan Selamat

Untuk menghemat anggaran belanja peralatan, saya sering berburu barang seken dan barang murah melalui pembelian secara online. Bahkan untuk membeli barang di pasar pun saya akan bandingkan dengan data harga yang saya peroleh dari browsing di Internet. Tetapi ternyata tidak tidak hanya barang murah saja yang dapat kita peroleh, terkadang para penjahat pun memanfaatkan Internet untuk melakukan aksinya seperti yang terjadi pada seorang kawan yang kehilangan 17 juta Rupiah melalui transaksi online. Kronologis lengkapnya, silakan dibaca di link:
http://www.kamera-digital.com/forum/viewtopic.php?TopicID=26103&page=1



Dari situlah saya pikir perlu untuk sedikit sharing pengalaman belanja online agar teman-teman lain tidak sampai menjadi korban dan dapat melindungi diri dari para penjahat dunia virtual ini. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan sebelum berbelanja, khususnya dalam alat & aksesoris fotografi:


1. Lebih aman belanja melalui forum hobi/ komunitas
Ada berbagai situs komunitas di Internet dengan karakternya masing-masing. Kaskus misalnya, memiliki jumlah anggota yang besar dengan berbagai interes. Namun sebagaimana sebuah kota besar dengan penduduk padat, satu sama lain tidaklah terlalu mengenal. Situs komunitas hobi seperti Fotografer.Net, Kamera-Digital.Com, Jakarta Photo Club dan situs-situs hobi lainnya - menurut pengamatan saya - memiliki keakraban yang lebih antar anggotanya. Kadi, bergabunglah dengan komunitas yang sesuai dengan keperluan. Ini dapat dimanfaatkan untuk memastikan kredibilitas penjual


2. Survei harga barang
Sebelum memutuskan untuk melakukakn pembelian, bandingkan dahulu harga yang ditawarkan  Jika harganya lebih murah, perlu untuk bersikap kritis, mencari alasan mengapa harganya menjadi lebih murah. "Harga tidak pernah bohong", harga yang lebih murah dapat menjadi tanda adanya sesuatu yang disembunyikan, tetapi pada kesempatan-kesempatan khusus memang ada harga promosi yang menarik. 


3. Pastikan reputasi penjual
Langkah-langkah untuk melakukan penelitian terhadap reputasi penjual adalah:
(a) lihat username penjual
(b) masuk ke halaman member dan periksalah:

  1. sudah berapa lama dia terdaftar
  2. lihat angka reputasinya
  3. berapa banyak posting item jualan atau komentar dalam forum atau komunitas tersebut
  4. perhatikan "akhir" dari setiap penjualan & testimoninya

(c) Usahakan untuk membeli barang dari "recommended seller"


4. Pilih mode transaksi paling aman
Mode transaksi paling aman tentulah jika penjual & pembeli dapat bertemu sehingga kesepakatan dapat dilakukan dengan jelas. Jika penjual dan pembeli berada di 1 kota, sebaiknya transaksi dilakukan COD (Cash on Delivery). Namun jika tidak memungkinkan, dapat digunakan jasa pihak ke-3 yang disebut "rekening bersama".
Rekening bersama adalah rekening milik seseorang yang memiliki reputasi baik, mungkin moderator forum, yang berfungsi sebagai "penjamin" agar transaksi tidak merugikan pihak pembeli maupun penjual. Pengelola rekening bersama akan menerima pembayaran dari pembeli dan menahan dananya transaksi selesai.  Setelah dana masuk ke rekening, pengelola akan menginstruksikan penjual untuk mengirim barang. Setelah barang diterima dan dikonfirmasi oleh pembeli, barulah pengelola membayarkan dana ke penjual.
Sistem transaksi rekening bersama ini mungkin dikenakan jasa 2-5% nilai transaksi. 


5. Minta bantuan rekan
Ini merupakan salah satu keuntungan bergabung dengan komunitas. Kita dapat meminta rekan sesama anggota yang tinggal di satu wilayah dengan penjual untuk memasikan dan menerima barang yang hendak dibeli. Rekan ini pada dasarnya bertindak sebagai pengelola rekening bersama.


Semoga bermanfaat!

Kamis, 24 Juni 2010

Sport & Action @ Anyer

Catatan dari liburan di Pantai Anyer bersama anak-anak.
Situasi dan kondisi lokasi:
Waktu: siang s.d sore, 11.00 - 17.30 WIB
Lokasi: Pantai Anyer
Cuaca: variasi - cerah, mendung, gerimis



Gear dan setting:
Kamera: Fujifilm S6500fd
Lensa: standard, 28-300 mm (equivalen)
Mode: variasi, sport, A, S
ISO: 100
WB: auto



Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemotretan:
1. Kondisi outdoor dengan cahaya yang cukup
2. Mendung, cahaya merata, bayangan tidak terlalu "keras"
3. Subyek adalah anak-anak yang terus menerus bergerak
4. Latar belakang ombak yang juga selalu berubah
5. Pilihan angle of view
6. Momen dan komposisi
7, Hati-hati terhadap percikan air terhadap kamera

Karena kondisi cahaya yang saya anggap menguntungkan, pada dasarnya saya "mempercayakan" pengaturan setting pada kamera dengan lebih banyak menggunakan Scene Program Sport. Mode ini juga terdapat pada kamera poket, jadi sebetulnya tidak ada masalah dengan jenis kamera apa pun yang digunakan. Dengan pilihan mode ini, kita dapat lebih berkonsentrasi pada momen dan komposisi. Adanya gelombang tinggi di latar belakang tentu lebih menarik daripada sekedar laut yang "datar". Ekspresi anak-anak yang tertawa lepas atau waspada menunggu gelombang tentu lebih menarik daripada pose berfoto yang "serius".

Keuntungan lebih yang dapat dimanfaatkan dari kamera yang saya pakai adalah manual zoom yang cukup panjang (28-300 mm) sehingga lebih leluasa dalam membidik tanpa perlu banyak bergerak/ berjalan. Burst/ continuous shoot dapat juga dimanfaatkan karena subyek yang terus-menerus bergerak.

Pilihan angle of view dalam pemotretan kali ini lebih banyak dilakukan sambil duduk, berjongkok atau tiarap dengan tujuan memperoleh angle lebih rendah daripada anak-anak yg menjadi subyek. Tujuannya, selain untuk menangkap ekspresi lebih jelas, juga menimbulkan efek gelombang di latar belakang yang tampak lebih tinggi sehingga terkesan lebih dramatis.

Foto-foto lain dari tamasya kali ini dapat dilihat di:
Anyer Action - Facebook atau di
Anyer & Jakarta - Multiply

Minggu, 13 Juni 2010

Komposisi - Framing

Anda tentu tahu fungsi frame (pigura) sebagai pembatas sebuag foto. Dalam hal komposisi, framing adalah teknik yang memanfaatkan obyek-obyek dalam foto untuk menuntun perhatian pemirsa ke daya tarik utama (point of interest - POI) dari foto yang kita buat.

Teknik ini dapat memanfaatkan apa saja, misalnya cabang pohon, pintu gerbang, ornamen pagar, dan sebagainya. Contoh penggunaannya dalam foto dapat dilihat pada foto berikut:

Foto di atas dibuat oleh rekan saya, Lemi Banda, dengan kamera poket Canon A490. Perhatikan bagaimana rumpun pisang di sebelah kanan dan batang pohon di tepi parit membentuk frame di sekitar Pak Tani yang sedang berjalan menyusur pematang.

Contoh lain, misalnya dalam foto Monas berikut ini:
Sebagai landmark Jakarta, ada banyak foto Monas, jadi harus ada sentuhan lain untuk membedakan foto yang kita buat dari foto lainnya. Dalam foto di atas saya memanfaatkan ornamen di pagar pembatas Taman Monas sebagai frame.

Anda bisa memanfaatkan apa saja sebagai frame foto. Kreativitas sangat berguna dalam hal ini. Selamat berkarya.

Link Bermanfaat - Online Simulator

Online simulator ini menarik karena Anda bisa mngetahui pengaruh penggunaan berbagai aksesoaris dan setting pada kamera terhadap foto yang dihasilkan.

Berikut ini situs yang menarik untuk mempelajari kamera & aksesorisnya:

Photonhead - Camera Simulator
Di sini tersedia simulator untuk mempelajari pengaruh perbedaan setting:
  1. Shutter speed dan Aperture
  2. Film Speed atau ISO
  3. Pengaruh shake

Nikon Official Site
Di sini tersedia simulator untuk berbagai macam lensa. Walaupun ditujukan secara khusus untuk lensa-lensa Nikkor, namun dengan simulator ini Anda akan mengetahui apa pengaruh penggunaan lensa wide dan tele pada berbagai jarak fokus

Sabtu, 12 Juni 2010

Catatan Workshop Fotografi - Portfolio

Portfolio merupakan dokumentasi penting dari seorang fotografer. Penyusunan portfolio haruslah disesuaikan dengan keahlian atau spesialisasi yang dimiliki oleh fotografer. Beberapa contoh keahlian dan isi portfolio yang perlu ditampilkan:

Wedding/ portraiture
Portfolio dari seorang fotografer yang mengkhususkan diri pada wedding atau portrait haruslah menunjukkan segala aspek yang berkaitan dengan bidang yang ditekuninya, dari awal hingga akhir proses pernikahan. Portfolio seorang fotografer wedding merupakan yang paling banyak, detil & lengkap dari segi isinya. Termasuk di dalamnya:
  1. Dari segi proses, meliputi:
    • pre-wed
    • ritual pra pernikahan
    • akad nikah
    • resepsi
    • foto keluarga
    • acara lain yang ada dalam proses pernikahan
  2. Dari segi subyek foto, meliputi:
    • foto mempelai pria
    • foto mempelai wanita
    • foto mempelai pria & wanita
    • foto keluarga kedua mempelai
  3. Dari sudut pengambilan/ angle, meliputi:
    • Foto close up
    • Foto medium shot
    • Foto wide-angle
  4. Dari segi kostum, meliputi:
    • casual
    • kostum tradisional
    • kostum internasional/ Barat
  5. Dari segi lokasi, meliputi indoor maupun outdoor di:
    • rumah mempelai
    • rumah ibadah
    • gedung pertemuan
    • lokasi lain yang diperlukan
  6. Dari segi pencahayaan, meliputi:
    • foto pada cahaya pagi (morning light)
    • foto daylight
    • foto indoor dg available light
    • foto infoor dg studio light/ artificial
Yang perlu diperhatikan dalam penyusunan portfolio wedding adalah bahwa foto-foto mempelai pada dasarnya merupakan “milik” kedua mempelai. Oleh karena itu, penggunaan foto-foto wedding dalam sebuah portfolio haruslah dengan persetujuan dari kedua mempelai sebagai “pemilik” hak cipta. Mirip dengan model release yang harus ada untuk menggunakan foto seorang model.

Jurnalistik/ event
Portfolio yangharus dimiliki oleh seorang jurnalis foto sangat berbeda dengan apa yang ada dalam portfolio seorang wedding fotografer. Isi yang harus terdapat dalam portfolio seorang jurnalis foto, di antaranya:
  1. Portrait fotografi, biasanya diperlukan untuk foto tokoh, selebritis, nara sumber
  2. Human interest, manusia saat melakukan aktivitasnya
  3. Foto bencana alam
  4. Foto kerusuhan/ demonstrasi
Portfolio jurnalis mengutamakan otentisitas dan momen saat pengambilan.

Advertising/ Produk/ Stock
Foto-foto untuk portfolio iklan/ advertising/ stock foto paling tidak harus melipti:
  1. Obyek manusia dengan berbagai ekspresi. Foto-foto ini harus dilengkapi dengan model release
  2. Obyek barang atau produk dengan menggunakan table top dan pencahayaan yang memadai.

Tidak ada batasan seorang fotografer harus membatasi diri pada satu bidang saja, namun demikian portfolio untuk masing-masing keahlian haruslah disesuaikan dan dipisahkan sedemikian untuk memudahkan presentasi/ penilaian. Oleh karena itu sistem dokumentasi foto yang baik & rapih merupakan hal yang harus dilakukan dan sangat mendukung pekerjaan seorang fotografer.

Sabtu, 22 Mei 2010

Catatan Workshop Fotografi - Antara Analog dan Digital

Berikut adalah hasil workshop fotografi bersama Makarios Soekojo yang memberikan pemahaman sangat mendasar mengenai fotografi, yaitu hubungan antara cahaya, foto, dan teknologi

Fotografi – Analog dan Digital
Fotografi digital memiliki perbedaan mendasar dengan fotografi pada masa film analog. Beberapa perbedaan adalah:
  1. Kamera analog berfungsi untuk menangkap cahaya & melakukan proses kimia untuk menghasilkan gambarm sedangkan kamera digital memiliki fungsi utama menangkap data cahaya
  2. Hasil yang diperoleh dari kamera & film analog merupakan hasil setengah jadi, proses cuci cetak hanya berperan sekitar 20% saja, sedangkan pada foto digital, proses olah digital memegang peran hingga 80% dari data yang dihasilkan kamera
  3. Proses kimia pada film analog memungkinkan munculnya warna-warna yang sebelumnya tidak tampak oleh mata, sedangkan proses digital sebenarnya justru mereduksi warna yang dapat dilihat oleh mata
  4. Kamera dan film analog tidak sensitif terhadap arah datangnya cahaya, namun sensor pada kamera digital hanya bekerja maksimum pada cahaya yang jatuh tegak lurus, akibatnya akan timbul vignette pada bagian tepi gambar, terutama pada kamera full-frame.
  5. Kamera dan film analog sensitif terhadap cahaya ultraviolet, penggunaan filter UV sangat mempengaruhi hasil, sedangkan sensor kamera digital pada dasarnya tidak sensitif terhadap UV, Penggunaan filter UV hanya utk proteksi dan dalam banyak kasus justru merusak kualitas hasil

Perbedaan teknologi digital dan analog menyebabkan munculnya proses kerja antara fotografer masa lalu dengan fotografer masa kini. Pada masa analog, dituntut pemahaman terhadap setting kamera, imajinasi & pengalaman fotografer. Fotografi digital memberi kemudahan pada banyak orang, sekaligus menuntut pemahaman terhadap proses olah digital untuk menghasilkan foto terbaik.

Fotografi dan Pencahayaan
Modal dasar untuk menghasilkan sebuah foto yang bagus adalah cahaya yang juga bagus. Ungkapan yang saya ingat dari workshop ini adalah “memproses sampah hanya akan menghasilkan sampah”, maksudnya jika data awal yang ditangkap oleh kamera tidak bagus, maka proses digital tidak akan pernah memberikan hasil yang bagus. Proses digital hanya dapat memperbaiki data yang bagus, tetapi tidak dapat mengubah data yang jelek menjadi hasil yang bagus.
Beberapa tips untuk menghasilkan foto yang baik:
  1. Kualitas optik yang unggul
    Perangkat optik kamera merupakan modal utama untuk mengumpulkan data cahaya, oleh karena itu selalu usahakan menggunakan lensa terbaik yang sesuai dengan kebutuhan.
  2. Sistem & teknologi
    Ada banyak sistem yang ditawarkan dan berbagai teknologi yang memudahkan untuk melakukan pemotretan. Manfaatkan sistem & teknologi ini semaksimal mungkin. Tidak perlu malu menggunakan fitur auto.
  3. Setting white balance
    Setting WB yang direkomendasikan adalah Daylight dan Auto saja, tujuannya agar data cahaya diterima apa adanya, Penggunaan setting WB yang lain akan mengubah data dasar sehingga tidak dapat lagi dikembalikan ke asalnya.
  4. Setting ISO
    Sebaiknya gunakan ISO terendah yang disediakan oleh kamera. ISO yang lebih tinggi sebenarnya merupakan hasil proses digital dari data yang tidak lengkap sehingga pasti berpengaruh pada kualitas hasil
  5. Waktu pemotretan
    Cahaya yang terbaik adalah cahaya yang memiliki intensitas tinggi. Semakin terang semakin baik. Oleh karena itu pemotretan hendaknya dilaksanakan pada jam kantor (08.30 – 16.00)


“Tidak ada penghematan dalam fotografi”, begitulah kesimpulan dari workshop ini. Artinya, kita tidak dapat berkompromi dalam hal kualitas. Alat dengan kemampuan terbaik dan kualitas tertinggi akan memberi potensi yang terbaik untuk menghasilkan foto yang bagus.

Senin, 17 Mei 2010

Catatan Workshop Fotografi - Tentang Copyright

Beberapa catatan ke depan akan berisi share hasil workshop fotografi bersama Mas Makarios Soekojo dan Arbain Rambey selama 3 hari. Catatan kali ini mengenai kepemilikan foto (copyright)oleh Mas Arbain Rambey.
Pada prinsipnya, kepemilikan (copyright) dari sebuah foto dipegang oleh pihak yang memungkinkan foto tersebut dibuat. Prinsip ini sekilas tampak sederhana, tetapi dalam aplikasinya bisa muncul berbagai kasus. Contohnya:
  1. Yang menekan shutter belum tentu menjadi pemegang copyright
    Contoh dari kasus “menekan shutter tetapi bukan pemilik copyright”:
    • Foto portrait atau produk yg settingnya sudah diatur oleh seorang fotografer, kemudian pemotretan dilakukan oleh asistennya.
    • Foto binatang langka yang diperoleh dgn cara focus trap
    • Teknik lain yang memungkinkan shutter bekerja otomatis
    Untuk setiap kasus di atas, copyright merupakan hak dari fotografer yang melakukan pengaturan setting.
  2. Kepemilikan bersama
    Ada 2 contoh yang diberikan oleh Mas Arbain tentang kasus ini, yaitu:
    • Wartawan foto yang ditugaskan dan dibiayai oleh sebuah kantor berita, copyright dari foto-foto yang dihasilkannya adalah milik bersama sang wartawan & kantor berita yang menugaskannya
    • Foto yang sulit ditentukan pemiliknya. Kasus ini terjadi pada sebuah foto perang yang memenangkan Pulitzer. Foto tersebut dibuat dengan kamera film oleh salah satu dari 2 orang wartawan foto. Kondisi yang ada tidak memungkinkan untuk memberi label pada film-film hasil pemotretan sehingga tidak dapat ditentukan, siapa sesungguhnya yang membuat foto tersebut. Copyright dan hadiah Pulitzer atas foto itu dimiliki bersama oleh kedua wartawan
    • Pool. Kasus ini terjadi pada event-event khusus yang membatasi jumlah wartawan/ peliput, misalnya pemilu atau sidang khusus. Karena hanya 1 wartawan foto & 1 wartawan televisi yang diijinkan meliput, maka foto-foto yang diperoleh dimiliki bersama oleh semua wartawan yanghadir saat itu walaupun tidak diijinkan masuk.
  3. Proyek
    Foto-foto yang dibuat berdasarkan order atau untuk kepentingan pihak tertentu menjadi milik dari pihak pemberi order. Termasuk di dalamnya adalah foto untuk iklan, foto wedding dan foto-foto lain atas dasar yang sama.


  4. Pemotretan & pencetakan
    Sebuah foto yang sudah ditampilkan setidaknya telah melalui 2 proses, yaitu proses penangkapan (capturing) dan pencetakan (printing). Penggunaan media digital berarti peranan proses pengolahan hingga 80% dan memungkinkan pihak pencetak memiliki salinan foto hi-res sehingga dapat menghasilkan tampilan yang lebih baik dari foto asalnya. Walaupun demikian, copyright atas foto tersebut tetap milik fotografer dan bukan pencetak.

Tips untuk melindungi foto dan copyright Anda:
  1. Uploading selektif, sebaiknya memuat foto dengan resolusi sisi terpanjang 700 pixel atau kurang untuk menghindari penggunaan foto oleh pihak lain tanpa ijin.
  2. Jika ada yang berminat membeli foto Anda, simpan foto hi-res hingga pembayaran diterima
  3. Teliti dan hati-hati, simpan foto-foto hi-res tanpa perubahan di tempat yang tidak dapat diakses pihak lain tanpa izin.