Catatan ini dibuat setelah memperhatikan 2 buah foto yang diambil pada kesempatan yang sama dengan obyek yang juga sama. Foto tersebut adalah:
1. Foto oleh Irfan A.Tachrir:
2. Foto jepretanku sendiri:
Saat saya melihat foto yang diupload kang Irfan di halaman facebook-nya, saya enasaran karena foto itu tampak lebih menarik daripada foto yang saya punya. Awalnya, perbedaan yang paling jelas adalah pada tonal warnanya. Karena penasaran, saya mencoba mengolah sedikit foto yang saya punya agar lebih mendekati tonal warna pada foto Kang Irfan. hasilnya seperti ini:
Dengan tonal yang berdekatan, tampak jelas adanya perbedaan lain yaitu perbedaan komposisi yang dihasilkan dari perbedaan perspektif. Kag Irfan mengambil foto tersebut dari posisi berdiri (lebih tinggi dari model), sehingga lengkungan rel kereta tampak utuh tak terputus dan membentuk frame di sekitar model. Sedangkan saya mengambil foto tersebut dari posisi jongkok, sejajr dengan model yang mengakibatkan terputusnya lengkungan rel kereta karena tertutup oleh badan model.
Kesimpulan: foto Kang Irfan tampil lebih menarik bukan saja karena pilihan tonal warnanya, tetapi karena berhasil menempatkan elemen-elemen dalam foto untuk tampil saling mendukung. Jadi dalam setiap kesempatan pemotretan, eksplorasi berbagai macam angle agar diperoleh hasil yang maksimal.
Tampilkan postingan dengan label komposisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komposisi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 21 Mei 2011
Minggu, 13 Juni 2010
Komposisi - Framing
Anda tentu tahu fungsi frame (pigura) sebagai pembatas sebuag foto. Dalam hal komposisi, framing adalah teknik yang memanfaatkan obyek-obyek dalam foto untuk menuntun perhatian pemirsa ke daya tarik utama (point of interest - POI) dari foto yang kita buat.
Teknik ini dapat memanfaatkan apa saja, misalnya cabang pohon, pintu gerbang, ornamen pagar, dan sebagainya. Contoh penggunaannya dalam foto dapat dilihat pada foto berikut:
Foto di atas dibuat oleh rekan saya, Lemi Banda, dengan kamera poket Canon A490. Perhatikan bagaimana rumpun pisang di sebelah kanan dan batang pohon di tepi parit membentuk frame di sekitar Pak Tani yang sedang berjalan menyusur pematang.
Contoh lain, misalnya dalam foto Monas berikut ini:
Sebagai landmark Jakarta, ada banyak foto Monas, jadi harus ada sentuhan lain untuk membedakan foto yang kita buat dari foto lainnya. Dalam foto di atas saya memanfaatkan ornamen di pagar pembatas Taman Monas sebagai frame.
Anda bisa memanfaatkan apa saja sebagai frame foto. Kreativitas sangat berguna dalam hal ini. Selamat berkarya.
Minggu, 07 Februari 2010
Komposisi - Tips untuk Fotografi Potret
Kamera digital memberikan kita kemudahan untuk menghasilkan foto yang tajam dan cerah. Tugas kita selanjutnya adalah menemukan komposisi yang baik sehingga foto tampak indah dan komunikatif.
Fotografi potret (portrait photography) adalah potret yang dibuat dengan obyek utama manusia. Ini adalah salah satu jenis foto yang paling banyak dilakukan sehingga para produsen kamera selalu melengkapi kameranya dengan Scene Program Portrait dan mengembangkan fitur face detection (fd) dan smile recognition (sr). Berikut ini adalah tips yang dapat digunakan untuk mermaksimalkan fotografi potret:
Fotografi potret (portrait photography) adalah potret yang dibuat dengan obyek utama manusia. Ini adalah salah satu jenis foto yang paling banyak dilakukan sehingga para produsen kamera selalu melengkapi kameranya dengan Scene Program Portrait dan mengembangkan fitur face detection (fd) dan smile recognition (sr). Berikut ini adalah tips yang dapat digunakan untuk mermaksimalkan fotografi potret:
- Penuhi frame
Obyek yang menempati sebagian besar ruang dalam frame akan memudahkan pemirsa untuk mengetahui apa yang ingin Anda tampilkan. Untuk memenuhi frame dengan obyek Anda dapat memotret dari jarak yang lebih dekat atau menggunakan lensa zoom - Posisi mata yang terbaik adalah pada 1/3 atas
Aturan 1/3 (rule of third) bukanlah rahasia umum dalam fotografi. Jika Anda belum mengetahuinya, silakan membuka catatan sebelumnya di:
http://fotografi-dasar.blogspot.com/2009/11/komposisi-rule-of-third.html
http://fotografi-dasar.blogspot.com/2009/11/mengenal-komposisi.html
Aturan ini juga berlaku dalam fotografi potret. - Dimensi
Foto akan tampak lebih indah jika pemirsa dapat melihat ‘kedalaman’ dari obyek dalam foto. Perbedaan antara obyek utama yang tajam dan latar belakang yang blur akan memperkuat kesan ini. Mode portrait pada kamera digital poket dan penggunaan bukaan aperture lebar akan membantu Anda untuk memperoleh efek kedalaman ini.
Selain efek tajam dan kabur, arah datangnya cahaya juga akan menentukan tampilnya dimensi dari obyek foto Anda. Usahakan untuk memperoleh cahaya yang tidak tegak lurus agar diperoleh bayangan yang memperkuat kesan dimensi - Framing
Framing adalah pemanfaatan pola atau lingkungan di sekitar obyek utama sehingga membentuk ‘batas’ yang akan mengarahkan perhatian pada obyek utama Anda.
Contoh framing pada potret fotografi: - Garis
Fungsi garis di dalam sebuah foto adalah mirip dengan framing. Garis-garis di dalam frame harus dimanfaatkan untuk menuntun perhatian pemirsa menuju obyek utama. - Perhatikan latar belakang
Dalam setiap jenis foto, latar belakang yang tepat akan membantu menampilkan obyek utama. Jika obyek utama Anda tidak dapat memenuhi seluruh frame, pastikan latar belakang yang tampak tidak memecah perhatian pemirsa. Panduan untuk memperoleh latar belakang yang tepat dapat dibaca di:
http://fotografi-dasar.blogspot.com/2009/11/tips-background-yang-benar.html - Sudut pemotretan
Biasa dikenal dengan angle of view. Sudut pemotretan ini akan mempengaruhi latar belakang dan bayangan yang tampak dalam frame. Dalam fotografi potret, sudut pemotretan ini menjadi lebih penting karena obyek utama mungkin memiliki keistimewaan jika dipotret dari sudut tertentu.
Selasa, 24 November 2009
Tips – Background yang ‘Benar’
Jangan sampai mengalahkan Obyek Utama

Sebuah foto adalah laksana panggung dengan seorang penyanyi yang diiringi oleh pemain musik & penari latar. Sang penyanyi adalah Obyek Utama, yaitu sesuatu yang seharusnya menjadi pusat perhatian (POI = Point of interest) sedangkan unsur-unsur lain dalam frame haruslah menjadi pemusik dan penari latar yang mendukung Obyek Utama tetapi tidak boleh mengalahkannya.
Selain penempatan obyek di dalam frame, hal yang harus diperhatikan adalah jangan sampai background menjadi pemecah perhatian (distracting) terhadap obyek. Ada beberapa cara untuk mendapatkan background yang ‘benar’:
- Perhatikan background sebelum memotret dan perhatikan kondisi sekeliling untuk memastikan bagian mana yang paling cocok untuk menjadi background. Sebaiknya background jangan terlalu ramai & jangan ada obyek lain yang tampil lebih menarik dari obyek utama. Anda juga dapat:
- Mencoba untuk melihat dari berbagai sudut pandang. Mungkin saja menggunakan langit sebagai background dengan mengambil posisi lebih rendah dari obyek, atau justru menjadikan rerumputan sebagai background dengan mengambil posisi lebih tinggi dari obyek
- Menggunakan aperture lebar dengan tujuan untuk memeperoleh DOF (Depth of Field) sempit. Penggunaan aperture f/2.8-f/4.0 akan menyebabkan obyek utama tertangkap tajam dengan background yang blur. Penggunaan aperture lebar ini sebaiknya dilakukan bersama dengan
- Menempatkan obyek cukup jauh dari benda lain di latar belakang, sehingga obyek merupakan satu-satunya benda yang menempati ruang tajam kamera.
- Menggunakan lensa zoom atau mendekati obyek sehingga obyek memenuhi sebagian besar luas frame
- ‘Menggerakkan’ obyek bisa berarti
- memotret obyek bergerak dengan teknik panning
- menggerakkan kamera dengan lensa tetap terarah & fokus ke obyek
Jika obyek telah terlanjur difoto dengan background yang kurang mendukung, maka jurus pamungkas yang dapat dilakukan adalah editing menggunakan software, dengan kemungkinan:
- Membuat bacground blur dengan berbagai macam kemungkinan blurring
- Mengganti background
Semoga bermanfaat
Sabtu, 14 November 2009
Komposisi - Rule of Third
Simetri yang Dinamis
Rule of Third merupakan pengembangan dari simetri Golden Ratio yang telah lama dikenal dalam seni lukis. Dalam Rule of Third frame gambar dibagi menjadi 3 bagian vertikal dan 3 bagian horisontal.

Prinsip
- Walaupun tidak harus tepat benar, penempatan obyek dalam frame sebaiknya disesuaikan dengan pembagian tersebut
- Usahakan untuk menempatkan bagian paling menarik dari obyek pada salah satu dari 4 titik perpotongan (ditandai dengan bulatan warna merah)
- Bagian yang paling menarik dari obyek dapat berupa apa saja, misalnya:
Aturan ini dapat diterapkan secara dinamis dalam berbagai jenis kategori pemotretan dengan berbagai proporsi frame.
Contoh penerapan dalam pemotretan model

Contoh penerapan dalam pemotretan landscape

Tips
Cropping merupakan senjata ampuh untuk memperoleh komposisi yang tepat. Pengaturan komposisi ketika pemotretan akan memakan waktu dan Anda mungkin ketinggalan momen. Oleh karena itu potretlah obyek menggunakan resolusi tertinggi dengan ruang bebas sekitar obyek yang agak lega agar leluasa untuk melakukan cropping.
Foto Asli

Foto Rekomposisi & Cropping

Semoga bermanfaat
- Kembali ke Fotografi Dasar
Selasa, 10 November 2009
Komposisi - Keseimbangan dalam Foto
Indah itu ada Aturannya
Komposisi merupakan salah satu ukuran keindahan sebuah foto. Peletakan elemen-elemen gambar, keseimbangan & kesesuaian antara obyek utama & latar belakang, tonal warna, highlight & shadow akan mempengaruhi komposisi ini.
Secara umum ada dua macam komposisi:
- Komposisi seimbang statis, dengan obyek utama terletak di tengah-tegah (dead-center), atau dengan membagi ‘berat’ secara imbang antara kanan & kiri, atas & bawah.
- Komposisi seimbangan dinamis, dengan patokan umum dikenal dengan ‘aturan 1/3’ (Rule of Third), yaitu peletakan obyek pada 1/3 ruang gambar. Dengan penataan ini foto menjadi lebih dinamis & tidak kaku


Peraturan ini hanya sebagai pegangan saja, beberapa foto tampak bagus & berseni justru karena ‘break the rules’.
- Kembali ke Fotografi Dasar
Langganan:
Postingan (Atom)





