Tampilkan postingan dengan label ide bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ide bisnis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Januari 2010

Ide Bisnis - Fotografer Freelance

E-book bagus dari Dan Eitrem, silakan di-download


Untuk yang ini, saya pikir gak perlu nulis banyak-banyak.
Saya baru saja mendownload dan membaca buku "Earn $300 a week from your Digital Camera!"
Saya pikir isinya cukup bagus dan memberi ide segar untuk menghasilkan uang dari fotografi.
Jika Anda berminat untuk memilikinya, silakan kunjungi Part Time Photography atau kontak saya lewat e-mail web.fotografi@gmail.com
Yang ini GRATIS lho!
Semoga bermanfaat

Minggu, 13 Desember 2009

Ide Bisnis - Stock Photo

Beli Foto atau Bayar Fotografer


Stock photography adalah kumpulan foto yang dapat digunakan oleh biro iklan, majalah, atau pihak-pihak lain yang membutuhkan untuk digunakan sebagai ilustrasi. Foto-foto ini dujual lepas atau 'disewa' untuk digunakan dalam jangka waktu tertentu.
Situs stock photography memberikan keuntungan pada perusahaan & biro iklan karena mereka dapat langsung memilih foto-foto yang cocok untuk keperluannya tanpa direpotkan dengan biaya produksi. Dengan membeli foto dari situs stock photography, mereka juga tidak perlu mempekerjakan fotografer. Untuk para fotografer, khususnya fotografer pemula, bisnis stock photography ini memberi beberapa keuntungan:
  1. Penghasilan dari foto yang dijual putus atau komisi dai foto yang digunakan untuk jangka waktu tertentu
  2. Uji kemampuan teknis karena foto-foto yang masuk ke sebuah situs stock photography akan melalui proses seleksi sebelum dinyatakan 'layak jual'. Artinya, semakin banyak foto yang diterima
  3. Uji kemampuan membaca pasar karena foto yang terjual bukan hanya bagus secara teknis, tapi harus sesuai dengan keperluan pengguna. Semakin banyak foto yang terjual berarti kemampuan membaca trend & kebutuhan pasar yang lebih baik
  4. Melengkapi portfolio iniah yang terpenting untuk seorang fotografer. Portfolio yang baik berarti rekaman pengalaman & kemampuan yang lebih tinggi

Berikut beberapa situs stock photography:
Situs-situs di atas hanya beberapa dari banyak situs stock photography di internet. Anda dapat mencari lebih banyak lagi dengan keyword 'stock photography site' di Google ataupun Search engine lainnya. Masing-masing situs menerapkan aturan kualitas gambar & komisi yang berbeda-beda. Silakan untuk berkunjung dan melihat syarat & ketentuan yang diterapkan untuk memulai bisnis.
Semoga bermanfaat.

Kamis, 19 November 2009

Ide Bisnis - Foto Wisuda

Event Tahunan yang Selalu Menguntungkan


Usaha ini pernah dilakoni oleh saya & istri di tahun 2003-2005. Saat itu kami tinggal di sebuah kota kecamatan kecil di Indramayu yang masih jarang studio foto. Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan untuk dilakukan di mana pun, tentunya dengan teknik marketing yang bagus. :-)
Modal yang diperlukan:
  1. Perlengkapan Lapangan
    • kamera digital, tidak harus DSLR, saat itu kami pakai kamera poket 3 MP
    • Tripod merk apa saja yang penting kokoh
    • Kain polos berukuran 1,5 m x 2 m, cari bahan yang agak tebal untuk back-drop
    • Lampu sorot, namun jika tidak ada bisa dilakukan di luar ruangan atau gunakan mode slow-sync pada flash. Ada banyak kemungkinan untuk mengatasi kendala yang satu ini
    • bangku atau panggung kecil disesuaikan dengan keperluan
    • Toga, topi wisuda, gulungan sertifikat bersifat opsional, tapi rata-rata konsumen menyukainya. Bisa disewa dari salon atau persewaan
  2. Perlengkapan Editing (bisa sewa di warnet atau rental komputer
    • Komputer saat itu kami masih memakai Pentium 4
    • CD writer
    • CD blank
    • Software Image Editing

  3. Perlengkapan Cetak (bisa di-order atau bekerja sama dengan studio cetak foto terdekat)
    • Printer saat itu kami pakai Canon dengan tinta isi ulang
    • Laminasi press kami pakai yang berukuran A4
    • Photo paper atau Ink-jet paper ukuran A4
    • Laminating sheet sesuai selera
    • Frame sesuai selera

Konsumen kami saat itu cukup banyak, sekolah-sekolah dari TK sampai SMP (anak-anak SMA biasanya membuat panitia sendiri). Harga yang kami tawarkan saat itu adalah Rp 150,000 per anak, dengan paket yang diperoleh setiap anak adalah:
  1. 1 buah foto diri
  2. 1 buah foto bersama orang tua
  3. 1 buah foto bersama sekelas (termasuk wali kelas & kepala sekolah

dengan pendekatan ke panitia lulusan atau kepala sekolah, kita bisa memperoleh 60-100 pelanggan di tiap sekolah. Cukup dengan memberikan foto bersama gratis ukuran A4 yang sudah berbingkai untuk kepala sekolah & para walikelas.
Biaya produksi keseluruhan saat itu hanya sekitar Rp 65.000 per anak. Pada tahun 2003, kami mencetak sendiri foto-foto itu, namun pada tahun 2004 dan 2005, pencetakan kami serahkan ke Studio Foto di Bandung yang kualitasnya tidak diragukan. anggaran biaya produksi memang naik menjadi rp 75.000/ anak (naik Rp 10.000 per anak) tapi kami dapat menghemat tenaga & memepercepat proses karena hanya berkonesentrasi pada pemotretan & editing.
Tantangannya adalah: Foto-foto itu harus selesai dalam waktu maksimal 3 minggu sejak pemotretan dilakukan. Dengan kecepatan proses editing rata-rata proses 16 anak per hari (= 48 foto), biasanya dalam setiap event kami hanya mengambil 3 sekolah saja.
Perhitungan kasarnya:
  • 3 sekolah @80 anak = 240 anak
  • 240 anak = 720 foto untuk diedit
  • Waktu proses editing maksimal 15 hari = 48 foto per hari
  • waktu proses cetak maksimal 5 hari
  • Pendapatan 240 x Rp 150.000 = 36.000.000
  • Biaya produksi 240 x Rp 75.000 = Rp 18.000.000
  • Biaya operasional sekitar Rp 2.000.000
  • Keuntungan bersih Rp 36.000.000 - (Rp 18.000.000 + Rp 2.000.000) = Rp 16.000.000

TipsLakukan survei sebelum pemotretan untuk:
  • Memperoleh ruang yang tepat. sebaiknya aula yang terbuka yang beratap (aula)
  • Lakukan percobaan pemotretan dengan beberapa setting untuk memperoleh setting paling tepat & meminimalisasi proses editing
  • Usahakan cahaya alami datang dari samping
  • Hindari cahaya terang dari belakang (backlight)
  • Gunakan tripod
  • Atur waktu pemotretan dengan guru & kepala sekolah, waktu yang paling pas adalah saat gladi resik (beberapa hari sebelum kelulusan)
  • Atur tahapan pemrosesan dengan jadwal ketat agar tidak menumpuk

Semoga bermanfaat

Senin, 16 November 2009

Ide Bisnis - Photo Retouch

Lebih ke arah Photoshopper tinimbang Fotografer



Bisnis ini dilakoni oleh seorang teman, guru di kota kecamatan Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat. Idenya bermula ketika beliau mengurus KTP di rumah RW dan melihat foto keluarga Pak RW yang mulai memudar dimakan waktu. Ingat pada kesukaan saya bermain Photoshop, beliau menawarkan untuk me-'reparasi' foto Pak RW itu.
Jadilah, dengan sebuah kamera digital poket dia memotret foto itu, lalu di-retouch dengan Photoshop.
Ada 2 tantangan proses retouch ini:
  1. Untuk memotret foto agar diperoleh replika terbaik harus diperhatikan faktor:
    • pencahayaan, sebaiknya jangan menggunakan flash untuk menghindari flare atau pantulan
    • distorsi, terutama jika menggunakan kamera poket, usahakan memberi ruang bebas agak luas di sekeliling foto
    • fokus mungkin perlu memakai mode makro dengan aperture sedang
  2. Batasan retouching sebaiknya dikonsultasikan dengan customer untuk memperoleh kepuasan maksimal
Biaya retouch untuk Pak RW: GRATIS, tapi word of mouth akibat foto yang di-retouch itu cepat menyebar. Bisnis ini makin berkembang, kalau awalnya bersifat reparasi foto lama, kemudian berkembang menjadi rekayasa foto dengan mempertajam, menyasuaikan warna pakaian anatara sepasang suami istri atau kekasih, mengubah background dan sebagainya.
Biaya retouch sangat relatif, tapi menurut beliau berkisar Rp 50.000 (nett, di luar cetak & bingkai) untuk sebuah foto yang dicetak ukuran A4. Dalam seminggu, rata-rata beliau bisa menerima & menyelesaikan 3-4 order. Usaha ini masih bersifat sampingan (beliau masih tetap seorang guru), tapi menurutnya lumayan untuk tambahan pendapatan.
Mau coba?